Memulai bisnis baru bisa jadi pilihan yang tepat sebagai solusi bagi setiap orang yang membutuhkan pekerjaan. Namun tidak mudah untuk memulai sebuah bisnis baru. Alih-alih langsung memulai bisnis barunya, seorang pemula dalam bisnis biasanya terjebak dengan kesibukan yang justru menjauhkan dirinya untuk memulai kegiatan bisnis yang sebenarnya. Jika aktifitas tersebut hanya beberapa waktu maka tidaklah terlalu mengganggu rencananya untuk memulai bisnis. Tapi sering yang terjadi justru lebih dari itu tanpa melakukan bisnis yang riil. Mulai dari sibuk membuat kartu nama, sibuk memilih font atau logo perusahaan, atau sibuk memikirkan konsep bisnis baru bahkan pernak pernik bisnis yang sebenarnya tidak terlalu penting pun ikut jadi penghambat.

Memulai Bisnis Baru
Memang untuk memulai sebuah bisnis baru butuh persiapan yang matang, atau seperti dikatakan Robert Spiegel, penulis buku “The Shoestring Entrepreneur’s Guide to the Best Home-Based Businesses”, bahwa mempersiapkan sebuah bisnis tak ubahnya menyerut ujung pensil. Aktivitas bisnis Anda tentu bukan hanya pada seruncing apa ujung pensil Anda, tapi bagaimana Anda menggunakan pensil yang runcing itu kesuksesan bisnis anda.
Agar anda tidak terjebak dalam kesibukan yang seperti itu, ada 10 langkah menurut Robert Spiegel yang perlu Anda ingat dan lakukan:
1. Buatlah List Kerja Untuk Bisnis Baru Anda
Tempelkan di tempat selalu terlihat oleh Anda. Beri tanda dan warna yang menarik perhatian. List itu merupakan “kompas” pemandu Anda untuk merintis bisnis baru anda agar berjalan dan berhasil.
2. Segeralah Melangkah Untuk Memulai Bisnis Anda
Tirulah bagaimana bayi belajar jalan. Jatuh-bangun, tanpa pernah menyerah, dengan langkah-langkah kecilnya. Seperti itu pula seharusnya Anda ketika memulai sebuah bisnis. Meski sedikit, pendek, dan kecil, segeralah melangkah. Realisasikan list kerja Anda, fokuslah, karena itu akan memperkecil rasa takut dan keasingan yang Anda alami. Keraguan-raguan hanya hilang oleh tindakan.
3. Dapatkan Pelanggan atau Klien Bisnis Baru Anda
Kalau anda belum mempunyai pelanggan atau klien, Anda belum bisa dikatakan punya bisnis, Jadi, dapatkan pelanggan atau klien pertama Anda untuk memulai bisnis baru Anda. Layani, rawat, dan puaskan pelanggan pertama Anda.
4. Lupakan Kesempurnaan Bisnis Anda
Tidak mungkin Anda mengharapkan segala sesuatunya berjalan sempurna ketika awal-awal Anda merintis bisnis baru Anda. Pasti ada saja masalah dan rintangannya. Tapi tidak apa, itu biasa dan sangat wajar. Di sini, sikap realistis dan kesabaran Anda sangat dibutuhkan.
5. Pilihlah Karyawan Pekerja Keras Untuk Bisnis Anda
Sangat penting di awal-awal merintis usaha baru Anda, Anda dikelilingi oleh orang-orang yang semangat dan pekerja keras. Hal ini akan menciptakan lingkungan yang penuh gairah sehingga semakin menambah amunisi kerja bisnis Anda.
6. Bicaralah Soal Bisnis Baru Anda
Kondisikan diri Anda dalam dunia bisnis dan sebagai pebisnis. Ganti pilihan kata dan bahasa Anda dalam kehidupan sehari-hari. Bicarakan perusahaan Anda sebagai bisnis, bukan tentang sebuah bisnis. Yakinkan diri Anda sendiri bahwa Anda sedang menjalankan sebuah bisnis. Sebab, kalau Anda sendiri tidak yakin dengan bisnis Anda, bagaimana Anda bisa mengharapkan orang lain yakin. Jangan katakan kata-kata yang menunjukkan Anda (seperti) tidak serius dalam bisnis. Misalnya saja, “Saya sedang berusaha memulai bisnis”. Katakan “Ini bisnis saya“.
7. Hargai Diri Sendiri Untuk Bisnis Baru Anda
Kita semua menyukai penghargaan. Ini saatnya untuk jujur pada diri sendiri, setiap minggu sekali, tanyakan pada diri Anda apakah Anda sudah melakukan sesuatu yang layak untuk dihargai, sesuatu yang nyata berpengaruh terhadap kemajuan bisnis Anda. Jangan sungkan-sungkan untuk merayakannya.
8. Jadikan Bisnis Baru Anda Accountable
Temukan rekan bisnis, organisasi atau pemilik usaha lain yang bisa, langsung ataupun tidak langsung, mengawasi bisnis baru Anda. Langkah ini penting agar Anda selalu terdorong untuk melakukan langkah-langkah serius yang bisa dipertanggungjawabkan. Langkah ini juga membuat Anda selalu berada di jalur tujuan bisnis Anda.
9. Antisipasi Perkembangan Zaman Terhadap Bisnis Baru Anda
Pastikan kalau bisnis Anda tidak ketinggalan zaman. Itulah mengapa Anda disarankan tidak lama-lama menghabiskan waktu untuk meruncingkan ujung pensil Anda. Sebab yang lebih penting adalah melakukan sesuatu untuk bisnis Anda. Di sini, Anda harus peka terhadap perkembangan zaman.
10. Ingatlah Mimpi Bisnis Baru Anda
Ketika bisnis Anda sudah mulai berjalan, jangan takut untuk keluar dari “zona aman” Anda. Katakan pada diri Anda, “Sekarang saya sudah punya bisnis sendiri. Saatnya membesarkan bisnis saya”. Merubah tujuan dan menciptakan mimpi baru juga bisa menyegarkan semangat Anda seperti awal mula merintis bisnis baru Anda.
Selamat mencoba! Semoga berhasil Memulai Bisnis Baru.
Sumber : Bentrepreneur, Februari 2007
Share this Post[?]






Loading... 